Setelah kesuksesannya yang mendunia lebih dari satu decade, dengan total aset global sebesar 1.4 Triliun USD, industri keuangan syariah bisa berkembang di Afrika Utara. Hal tersebut diutarakan oleh Standard & Poor’s Rating Service dalam sebuah laporan yang berjudul Islamic Finance Could Make Inroads Into North Africa.
Besarnya defisit transaksi berjalan dan menurunnya kualitas kredit di
bank konvensional menyebabkan pemerintah di negera-negara Arab melihat
peluang di ekonomi syariah.
“Perbankan syariah telah menunjukkan daya tariknya yang luar biasa
bagi para regulator dan para pemain pasar. Sekarang persepsi sudah
berubah dan kesadaran masyarakat semakin meningkat.” Ujar analis kredit
S&P Mohamed Damak.
“Kami telah melakukan berbagai observasi di Negara-negara Afrika
Utara, antara lain Mesir, Tunisia dan Maroko. Pemerintah di
Negara-negara ini baru saja mengambil langkah strategis untuk
mengimplementasikan kebijakan yang mendorong pertumbuhan keuangan
syariah. Tunisia telah berencana untuk menerbitkan sukuknya dan menarik
investor kelas atas. Mesir telah menerapkan kerangka kebijakan barunya
dalam penerbitan sukuk dan Maroko telah meletakkan fondasi hukum untuk
perbankan syariah.”
“meskipun demikian, kami mengakui bahwa keuangan syariah di kawasan
ini masih belum menunjukkan adanya keuntungan atau nilai tambah. Padahal
nilai tambah tersebut dapat memaksimalkan laba dan menarik kelas baru
investor dengan menawarkan produk keuangan syariah yang sama
menguntungkannya dengan produk bank konvensional . adanya persaingan
harga di Afrika Utara ini menunjukkan bahwa nasabah masih sensitif
dengan adanya perbedaan tingkat nisbah di bank syariah dan bunga di
perbankan konvensional.” Tambahnya. [Puri Hukmi]
Share This :





0 komentar:
Posting Komentar