Perbankan Syariah di Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2014 ini diproyeksikan tumbuh positif. Bahkan melampaui pencapaian kinerja pada tahun 2013 lalu.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) misalnya diprediksi naik Rp 500 miliar dari Rp 2,5 triliun periode Oktober 2013 menjadi Rp 3 triluin. Pada tahun 2015, DPK bisa naik lagi Rp 1 triliun.
Untuk pembiayaan Rp 5,46 triliun dinilai sudah maksimal. Pakar ekonomi syariah, Sanusi Fattah mengatakan, ketertarikan masyarakat terhadap ekonomi syariah mulai terlihat.
Masyarakat sudah tertarik dan berbagai kalangan gencar menginformasikan keunggulan syariah, kata Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini, Rabu (19/2).
Hadir Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII) yang juga Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel Hidayat Nahwi Rasul, dan Ketua DPW Sulsel Profesor Haryanto.
Namun, minat masyarakat belum seiring dengan kehadiran kantor maupun outlet bank syariah di daerah ini. Minimnya jaringan tersebut menjadi kendala untuk pengembangan perbankan syariah.
Semua masih di Makassar. sementara banyak masyarakat di daerah juga tertarik menabung di bank berbasis syariah, jelasnya.
Untuk menggerakkan ekonomi syariah termasuk perbankan, sejumlah organisasi akan meluncurkancGerakan Menabung Syariah (Gemesy), di Traning Center Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, 22-24 Februari 2014.
Organisasi tersebut yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan lainnya. Gerakan dipimpin oleh Ishak Baladdo.
Gerakan ini diawali dengan pembukaan rekening tabungan serentak oleh anggota LDII di bank Syariah Mandiri (BSM) pada Seminar Nasional Ekonomi Syariah. Tabungan diperkirakan menghimpun 33 ribu nasabah dengan setoran Rp 4 milliar.
Asumsinya dengan LDII sekitar 33 ribu orang menyumbang Rp 33 miliar dengan setoran Rp 100 ribu per orang, dan Rp 700 juta dari kalangan luar. Jadi totalnya Rp 4 miliar.
Haryanto menjelaskan program ini untuk menumbuhkan kesadaran bersyariah dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar nantinya menghadirkan pembicara Ketua Umum MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, pakar ekonomi syariah Prof. Halide, dan Ardito Bhinadi.
Hidayat menambahkan sejauh ini bank berlabel syariah belum sepenuhnya menerapkan ekonomi syariah. Bank syariah tak membagi rugi bersama-sama hanya untung saja padahal kan rugi dan untung dibagi bersama, jelasnya.
Share This :





0 komentar:
Posting Komentar